Rabu, 24 November 2010

The Lost Orchid


Dendrobium Annae Dendrobium Annae
Gambar oleh Destario Metusala (2006)
Dendrobium ini pertama ditemukan pada 1905 oleh J.J. Smith dan masih terdengar kabarnya hingga 1925. Namun setelah itu, anggrek ini telah “menghilang” selama sekitar 75 tahun hingga akhirnya telah ditemukan kembali pada pertengahan 2006 ini. Dan untuk pertama kalinya di dunia, gambar anggrek ini dipublikasikan dalam bentuk foto. Untuk itu, perkenankan web ini mempersembahkan gelar “the lost orchid” kepada anggrek bernama asli Dendrobium annae ini atas ditemukannya kembali harta bangsa yang pernah hilang dari belantara Sumatera.
Sosok tanaman anggrek ini menyerupai Dendrobium sanguinolentum, hanya saja ukurannya bisa mencapai 3 meter lebih. Struktur daun sangat tipis menyerupai kertas dengan panjang mencapai 6 cm dan lebar 1-1,5 cm. Bunganya berwarna dasar putih dengan ukuran lidah (labellum) yang cukup besar. Corak unik anggrek ini terletak dari warna totol merah semu orange yang terdapat di tengah labellumnya, serta semburat warna keunguan di ujung petal dan ujung labellumnya. Secara keseluruhan, penampakan bunganya cukup besar, yaitu sekitar 4 cm panjangnya. Anggrek ini memiliki batang yang lentur berwarna kemerahan dengan diameter 1-1,6 cm. Tidak hanya sosok tubuhnya yang mirip, sosok organ bunga dan coraknya pun hampir serupa dengan Dendrobium sanguinolentum, sehingga penulispun berkeyakinan bahwa Dendrobium annae ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Dendrobium sanguinolentum, dan merupakan bentuk perkembangan lanjut akibat adanya isolasi dan adaptasi terhadap lingkungan tumbuh. Dendrobium dari section Calcarifera ini dikabarkan memiliki habitat asli di Sumatera utara, Sumatera selatan dan Lampung.

sumber :  http://www.anggrek.org/anggrek-sumatera.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar